This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 01 Mei 2014

Tugas Ilmu Budaya Dasar ke -2

Implementasi Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri





A.  PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

            Tanggung  jawab  menurut  kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung,memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya  yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tangung  jawab juga  berarti berbuat  sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

            Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggungjawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung-jawabannya.

            Bila si mahasiswa malas belajar, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau Belajar dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi ujian.Ini berarti bahwa si mahasiswa tidak memenuhi kewajibannya,berarti pula ia tidak bertanggung jawab.

            Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab   karena  ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa  pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.Untuk memperoleh atau meningkatkan  kesadaran  bertanggung  jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B.   MACAM-MACAM  TANGGUNG JAWAB

            Manusia  itu berjuang  memenuhi  keperluannya  sendiri atau untuk keperluan  pihak lain. Untuk  itu ia manghadapi  manusia  lain dalam masyarakat  atau menghadapi  lingkungan  alam dalam usahanya  itu manusia juga menuadari  bahwa ada kekuatan  lain yang ikut menentukan yaitu  kekuasaan   Tuhan.   Dengan demikian  tanggung  jawab   itu  dapat  dibedakan   menurut keadaan  manusia  atau hubungan  yang dibuatnya.  Atas dasar  ini, lalu dikenal  beberapa jenis tanggung  jawab,  yaitu  :


  • Tanggung jawab terhadap diri sendiri
  • Tanggung jawab terhadap keluarga
  • Tanggung  jawab terhadap Masyarakat
  • Tanggung jawab  kepada  Bangsa / Negara
  • Tanggung jawab terhadap Tuhan

C.   PENGABDIAN  DAN PENGORBANAN

            Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.  Pengabdian  dan pengorbanan  adalah perbuatan baik untuk kepentingan  manusia itu sendiri.

(a).  Pengabdian
            Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan  kesetiaan,  cinta, kasih sayang, hormat,  atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan  ikhlas.

(b).  Pengorbanan
            Pengorbanan  berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan,  sehingga  pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan  kebaktian.  Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.


Pada pertemuan kali ini sesuai dengan tema tugas softskill ke -2 yang akan saya bahas adalah Implementasi Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri.
Manusia disamping memiliki Tanggung Jawab juga memiliki Kewajiban yang keduanya saling berhubungan. Kewajiban adalah Sesuatu yang harus kita lakukan, sedangkan Tanggung Jawab adalah rasa yang dimiliki Manusia untuk menanggung setiap resiko yang akan terjadi apabila ia melakukan suatu hal. Dalam hal ini kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab yang besar, karena untuk menjadi manusia yang sukses/berhasil di dunia dan akhirat kita harus mempunyai komitmen dalam menjalani hidup dan fokus terhadap tujuan agar apa yang kita inginkan bisa tercapai. Dalam melaksanakan Tanggung Jawab kita harus melaksanakan dengan sepenuhnya jangan setengah - setengah apalagi menghindar dari Tanggung Jawab tersebut. karena jika kita menghindar dari Tanggung Jawab maka masalah yang ada tidak akan terselesaikan bahkan bisa bertambah rumit yang menyebakan manusia itu semakin terpuruk karena beban yang ditanggungnya akan semakin berat. Jadi jadilah pribadi yang berani yang siap menaggung setiap resiko yang telah diperbuat dan harus dipertanggung jawabkan, minimal jika kita sudah melaksanakan dengan baik Tanggung Jawab terhadap diri sendiri maka Tanggung Jawab terhadap yang lainnya akan berjalan dengan lancar, karena sesungguhnya nilai kepribadian manusia baik buruknya dibangun dari Tanggung Jawab. 


Tugas Ilmu Budaya Dasar ke -1

Kronologi Pembunuhan Ade Sara oleh Sepasang Kekasih


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2014/03/07/kronologi-pembunuhan-ade-sara-oleh-sepasang-kekasih




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Nyawa Ade Sara Angelina suroto(19) hilang di tangan mantan kekasihnya bernama Hafitd (19). Saat mengeksekusi nyawa Angelina, Hafitd tidak seorang diri melainkan dengan pacar barunya bernama Assyifa(19).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan rencana pembunuhan itu direncanakan sejoli Hafitd dan Assyifa seminggu sebelum kejadian.
Diutarakan Rikwanto, kejadian bermula pada Senin (3/3/2014) saat itu Ade Sara berpamitan pada orangtuanya dengan alasan menginap di rumah temannya, di Rawamangun, Jakarta Timur. Termasuk izin untuk les bahasa Jerman di Jakarta Pusat.
Lalu keesokan harinya, Selasa (4/3/2014) pukul 21.00 WIB, Ade Sara Angelina bertemu dengan tersangka Assyifa di dekat Stasiun Kereta Api Gondangdia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Hal ini diketahui dari informasi teman Ade Sara yang mengatakan Ade sempat mengirim pesan memberitahu ia bertemu dengan Assyifa di Menteng.
"Saat ketemu itu, korban sempat berbincang dengan AF (Assyifa). AF mengajak korban bertemu tersangka Hafiz yang sudah menunggunya di dalam mobil Kia Visto," kata Rikwanto.
Assyifa beralasan mengajak korban berbaikan dengan Hafitd karena mereka teman satu SMA. Saat masuk ke mobil Hafitd, Assyifa dan Ade duduk di jok belakang, sementara Hafitd di depan.
"Terjadilah cekcok dan Hafitd memukul korban. Sedangkan Assyifa memegangi korban. Korban berontak dan  menggigit tangan Hafitd serta berupaya kabur dari mobil," tegas Rikwanto.
Penganiayaan pun berlanjut, Hafitd mengemudikan mobil sambil menyetrum Ade Sara beberapa kali dan memukuli korban hingga pingsan.
Saat korban pingsan, Assyifa menyumpal mulut korban dengan potongan koran. Dan penyebab Ade Sarar tewas karena tenggorokannya tersumbat koran.
Mengetahui korban tewas, pasangan kekasih ini berputar-putar menggunakan mobil mulai dari ke Rawamangun, lalu ke Jakarta Selatan untuk mencari lokasi pembuangan mayat.
Sampai akhirnya pada Rabu (5/3/2014) mereka berputar-putar, hingga akhirnya di Tol Bintara Kota Bekasi, Assyifa membuang tas Angelina. Disertai pula membuang jenazah korban di pinggir tol.

Faktor yang menyebabkan terjadinya pembunuhan :
menurut saya tersangka Hafitd dan pasangan kekasihnya Assyfa mengalami semacam prasaan takut, khawatir dengan apa yang telah mereka lakukan, mereka tidak ingin kasus pembunuhan ini terbongkar sehingga untuk menyembunyikan kasus mereka berusaha menghilangkan jejak dengan membuangnya di jalan Tol.
Dari Segi kemanusiaan jelas pembunuhan terhadap Ade sara melanggar norma dalam perilaku kemanusiaan, mereka begitu kejam membunuhnya dengan sengatan listrik dan gumpalan kertas yang dimasukan dalam mulut ade sarah sehingga tertelan dan meninggal. menurut saya pembunuhan ini terjadi karEna faktor cemburu yang dialami oleh Assyfa kepada Hafid yang masih suka berhubungan dengan ade sarah, sehingga Assyfa mengajak dan mempengaruhi Hafid untuk membunuh mantan kekasihnya.

Jumat, 17 Januari 2014

Tugas Ilmu Sosial Dasar ke 3

Keadaan pelapiasan sosial dalam lingkungan masyarakat



Masyarakat yaitu sekelompok manusia atau individu yang memiliki norma-norma atau aturan yang ditaati di dalam lingkungannya. Diantara individu satu dengan individu lainnya terdiri dari latar belakang yang berbeda sehingga membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya kelompok sosial maka akan terbentuk pula suatu pelapisan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

Pengertian pelapisan sosial                                                                                                         
Pelapisan sosial  atau stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat.

Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.

Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.

Pelapiasan social jika dilihat dari keadaan masyarat yang ada lingkungan RT saya cukup beraneka ragam, baik dari segi ekomoni dan pendidikan, sebagian penduduk yang menghuni di lingkungan RT saya juga banyak yang bukan asli orang pribumi ( dari luar Jakarta ), tetapi masyarakatnya cukup baik dalam segi toleransi dan juga baik dalam komunikasi antar satu dengan lainnya, kekompakan dan gotong royong disini terjadi sangat baik, dengan sering diadakannya pertandingan-pertandingan kecil misalnya lomba catur itu cukup membuat masyarakat menjadi kompak, ada juga kegiatan pengajian setiap minggunya di lingkungan RT saya sehingga masih terasa sekali kekeluargaannya, bahwa kita disini hidup bermasyarakat bukan hanya sendiri.  

Dari segi Ekonomi masyarakat dilingkungan saya cukup beraneka ragam ada kelas atas, kelas menengah keatas, menengah dan ada juga beberapa kelas bawah atau golongan miskin. keadaan masyarakat dilingkungan saya golongan miskin persentasinya paling sedikit diantara golongan yang lain. Tetapi rata-rata masyarakat dilingkungan saya berada pada kelas menengah dan menengah keatas.

Dari segi Pendidikan masyarakat dilingkungan saya pun cukup beraneka ragam, dari lulusan SD, SMP, SMA dan lulusan Sarjana maupun Paska Sarjana. Dengan adanya perbedaan jenjang pendidikan di lingkungan saya maka pekerjaan yang didapat pun cukup beraneka ragam.

Inilah keadaan pelapisan sosial pada lingkungan masyarakat khususnya yang berada di RT saya. 

Jumat, 10 Januari 2014

Tugas Ilmu Sosial Dasar ke- 4

Pertentangan(konflik batin) yang terjadi pada diri saya



Konflik batin yaitu konflik yang disebabkan oleh adanya dua gagasan atau lebih atau keinginan yang saling bertentangan untuk menguasai diri sehingga mempengaruhi tingkah laku. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan tentang konflik batin yang dialami saya. Pada dua tahun yang lalu tepatnya tahun 2012 setelah saya lulus SMA saya berniat ingin masuk di salah satu  Perguruan Tinggi Negeri mengambil jurusan Teknik pertambangan dan perminyakan, banyak proses yang sudah saya lakukan, saya sudah berusaha mengikuti penerimaan mahasiswa baru melalui jalur undangan dan SNMPTN tetepi hasilnya saya belum berhasil lulus, pada saat pengumuman bahwa saya tidak diterima di PTN saya mulai merasa bingung, apa yang harus saya lakukan kedepannya? apakah saya akan melanjutkkan study di perguruan tinggi swasta yang belum saya tahu minat saya dimana, potensi yang saya miliki apa? atau saya menunggu satu tahun lagi untuk mencoba lagi tahun depan, mengikuti proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di PTN yang sama dengan jurusan yang sama? sebelumnya setelah pengumuman hasil SNMPTN saya juga sempat mendaftar di universitas swasta di Jogjakarta dengan mengambil jurusan yang sama yaitu pertambangan dan perminyakan, tetapi hasilnya masih belum berhasil. 
Pada saat itu saya mengambil keputusan untuk menunda satu tahun masa study saya, karena pada saat itu  saya masih merasa bingung saya ingin kuliah dimana dan mengambil jurusan apa, saya pun masih penasaran untuk mencoba seleksi tersebut di tahun depan. Saat saya menunda masa study, saya mengisi kegiatan dengan mengikuti bimbingan belajar, pada waktu itu saya sempat mengikuti tes di IT Telkom Bandung dengan pilihan prodi Teknik Telekomunikasi dan teknik informatika, hasilnya saya berhasil lulus di IT Telkom Bandung dengan jurusan Teknik informatika, walupun saya tidak lulus lagi di PTN yang saya tuju saya cukup merasa bersyukur saya masih di Terima di IT Telkom bandung atau dulu disebut (STT Telkom), pada saat diterima di IT Telkom saya juga sempat bingung untuk mengambil jurusan tersebut karena saya belum mengerti benar apa tentang Teknik informatika sebenarnya saya ingin di terima di jurusan Teknik Telekomunikasinya, Tetapi dengan suatu keputusan dengan berfikir panjang dan saran dari kedua orang tua, saya memutuskan untuk kuliah didaerah yang masih mudah dijangkau dari rumah (dekat dengan kedua orang tua) akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di Universitas Gunadarma dengan jurusan Teknik Informatika. Sekarang saya harus berjuang dan fokus demi membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua. Amin..

Inilah pengalaman pribadi saya yang lumayan cukup membuat saya galau hehe..

Sekian terimakasih :)

Jumat, 08 November 2013

Ilmu Sosial Dasar ke 2



PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PROSES  PENDEWASAAN ANAK

Tidak jarang ditemui dalam masyarakat kita adanya pola asuh yang beragam oleh orang tua. Perbedaan pola asuh orang tua ternyata dapat mempengaruhi perkembangan anak. Dalam tulisan ini akan membahas lebih jauh mengenai faktor keluarga, terutama orang tua, yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak terutama perkembangan dalam pendewasaan anak. Orang tua adalah aktor utama yang berperan penting dalam proses pendewasaan anak.
Orang tua secara sadar wajib membimbing anak hingga mencapai arah kedewasaan, baik kedewasaan fisik maupun kedewasaan pemikiran, dengan harapan agar di masa mendatang anak mampu mandiri dan tanpa tergantung kepada orang lain, termasuk kepada orang tua. Oleh sebab itu, baik ayah sebagai kepala keluarga dan ibu sebagai kepala rumah tangga selalu berusaha untuk dapat melaksanakan fungsi tersebut. Namun kenyataan menunjukkan, belum seluruhnya orang tua bisa melaksanakan peran dan fungsi tersebut dengan baik. Ketidakmampuan dalam melaksanakan peran dan fungsi ini di antaranya disebabkan oleh kesibukan kedua orang tua untuk bekerja di luar rumah, sehingga orang tua tidak sepenuhnya memiliki waktu guna memberikan perhatian dan pola pengasuhan kepada anak.
Pola asuh adalah tata sikap atau perilaku yang digunakan orang tua untuk mendidik atau merawat anaknya. Menurut Hurlock (2005: 44), pola asuh orang tua adalah interaksi aturan, norma, tata nilai yang berlaku pada masyarakat dalam mendidik dan merawat anak-anaknya.


A.   Macam-macam pola asuh  
Menurut Baumrind (1967), terdapat 4 macam pola asuh orang tua yaitu
1. Pola asuh Demokratis
2. Pola asuh Otoriter
3. Pola asuh Permisif
4. Pola asuh Penelantar.


 Pola asuh Demokratis  adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak. Orang tua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan, dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat.



Pola asuh otoriter sebaliknya cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Misalnya, kalau tidak mau makan, maka tidak akan diajak bicara. Orang tua tipe ini juga cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh orang tua, maka orang tua tipe ini tidak segan menghukum anak. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi, dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah. Orang tua tipe ini tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya.



Pola asuh Permisif  biasanya pola asuh ini memberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat, sehingga seringkali disukai oleh anak.



Pola asuh Penelantar. Orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka, seperti bekerja, dan juga kadangkala biayapun dihemat-hemat untuk anak mereka. Termasuk dalam tipe ini adalah perilaku penelantar secara fisik dan psikis pada ibu yang depresi. Ibu yang depresi pada umumnya tidak mampu memberikan perhatian fisik maupun psikis pada anak-anaknya.


      B.   Pangaruh Pola Asuh Orangtua

 Pola asuh demokratis akan menghasilkan karakteristik anak anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal baru, dan koperatif terhadap orang-orang lain

           Pola asuh otoriter akan menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma, berkepribadian lemah, cemas dan menarik diri.

           Pola asuh permisif akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang impulsive, agresif, tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri, kurang percaya diri, dan kurang matang secara sosial.

           Pola asuh penelantar akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang moody, impulsive, agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, Self Esteem (harga diri) yang rendah, sering bolos, dan bermasalah dengan teman.

Berdasarkan penjelasan di atas menurut saya tipe pola asuh yang baik untuk pendewasaan anak adalah tipe pola asuh demokratis karena pada pola asuh demokratis anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab,
adaptif, kreatif, mampu menghadapi strees, dan pada pola asuh ini anak cenderung berfikir positif.

C.   Faktor-faktor pendorong pola orang tua terhadap proses pendewasaan anak


1.    Faktor pendidikan
Pendidikan yang baik merupakan wahana untuk membangun sumber daya manusia ( human resource ), dan sumber daya manusia itu terbukti menjadi faktor determinan bagi keberhasilan bagi pembangunan dan kemajuan suatu bangsa.
2.    Faktor keagamaan
Dalam rangka mencapai keselamatan anak usia dini, agama memegang peranan penting. Maka orang tua yang mempunyai dasar agama kuat, akan kaya berbagai cara untuk melaksanakan upaya terbaik baik psikis maupun fisik terhadap anak.
3.    Faktor lingkungan
Lingkungan juga faktor yang sangat kuat mempengaruhi upaya orang tua secara psikis dan fisik terhadap anak usia dini. Pengaruh lingkungan ada yang baik dan ada yang  buruk. Ketiga faktor tersebut seperti pendidikan keagamaan dan lingkungan merupakan faktor yang melatarbelakangi adanya upaya spiritual
( psikis ) dan fisik yang dilaksanakan oleh orang tua dalam rangka memperoleh generasi yang unggul. Jadi tingkat pendidikan seseorang berpengaruh terhadap upaya secara psikis dan fisik baik yang menafaskan agama maupun tradisi.
Menurut konsep Hukum Perdata Seseorang dikatakan dewasa ada 2 macam, yaitu pendewasaan penuh dan pendewasaan untuk beberapa perbuatan hukum tertentu (terbatas). Keduanya harus memenuhi syarat yang ditetapkan undang-undang. Untuk pendewasaan penuh syaratnya telah berumur 20 tahun penuh. Sedangkan untuk pendewasaan terbatas syaratnya ialah sudah berumur 18 tahun penuh (pasal 421 dan 426 KUHPerdata).
 Secara psikologi dewasa adalah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak
Secara ekonomi Seseorang dikatakan dewasa yaitu keetika seseorang bisa membiayai hidupnya sendiri tanpa meminta dari orang lain, dia sudah bisa mendapatkan penghasilan dari jerih payahnya.



Senin, 21 Oktober 2013

tugas 1 ilmu sosial dasar


Masalah sosial di Sekitar Lingkungan Masyarakat



Pengertian Masalah Sosial
Menurut Soejarno Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan sosial. jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat adanya perbedaan yang mencolokantara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaituseperti proses sosial dan bencana alam. adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat dan lain sebagainya.

Masalah sosial dapat dikatagorikan menjadi 4 jenis faktor, antara lain :
1. Faktor Ekonomi : kemiskinan, pengangguran dll.
2. Faktor Budaya : kenakalan remaja, perceraian dll.
3. Faktor Biologis : penyakit menurar, keracunan makanan dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syarap, aliran sesat dsb.

1. Faktor Ekonomi, Faktor ini merupakan faktor terbesar terjadinya masalah sosial. diperparah dengan terjadinya krisis global seperti saat ini maka akan menicu tindak kriminalitas yang besar, dikarenakan sulit mencarui pekerjaan, teerjadinya PHK dll.
2. Faktor Budaya, Kenakalan remaja menjadi salah satu faktor masalah sosial yang sulit dihilangkan karena remaja cenderung ingin mencoba hal-hal baru yang berdampak negatif seperti narkohba, minum-minuman keras, mumbuat suatu komunitas bisa disebut geng motor yang bisa menimbulkan keributan dll.
3. faktor Biologis, Penyakit menurar bisa menimbulkan masalah sosial bila penyakit tersebut sudah menyebar disuatu wilayah atau pandemik.
4. Faktor Psikologis, Aliran sesat sudah banyak terjadi di indonesia dan meresahkan masyarakat, wauapun sudah banyak yang ditangkap pemimpinnya dan dibubarkan tetapi masih ada kemungkinan aliran sesat akan bermunculan lagi.

Pada postingan ini didalam masalah sosial saya akan membahas tentang penyimpangan gaya hidup yang terjadi khususnya pada golongan remaja.

Perngertian penyimpangan sosial
Penyimpangan sosial adalah : perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.  Penyimpangan sosial ini merupakan kebalikan dari Konformitas (perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat).

Beberapa faktor-faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang antara lain :
1. Sosialisasi yang tidak sempurna    
2. Meniru perilaku yang salah
3. Nilai subkebudayaan yang menyimpang 

Menurut G. Kartasaputra perilaku penyimpangan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak sesuai atau tidak menyusuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, baik secara sadar maupun tidak.

Kita tentunya sebagai makhluk sosial menginginkan sesuatu kehidupan yang tercipta rasa aman, damai, harmonis, selaras, dan sesuai dengan tatanan sosial yang berlaku. Tetapi saat ini dalam kehidupan masyarakat majemuk sulit dijumpai. Bahkan dapat dikatakan bahwa kondisi masyarakat yang harmonis selaras tersebut hanyalah angan-angan belaka, karena tindakan penyimpangan sosial pasti selalu ada, meskipun bentuk penyimpangan terjadi sangatlah kecil atau ringan. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari kita masih sering melihat bahwa masih banyak orang yang tidak tertib atau melanggar lalu lintas, berbagai tindak kejahatan dan lain sebagainya.

Saat ini di sekitar lingkungan saya terjadi Penyimpangan Gaya Hidup, penyimpangan ini umumnya terjadi pada golongan remaja seperti geng motor atau geng-geng lainnya, yang menciptakan berbagai aturan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Jika aturan dalam suatu geng dilaksanakan atau berlangsung biasanya akan meresahkan masyarakat bahkan akan mengakibatkan kerugian baik harta maupun nyawa, serta kerugian lain. 

Sebagai contoh setiap malam minggu di daerahtempat tinggal saya tepatnya di jalan Pramuka Jakpus biasa disebut sentral, disana hampir selalu ada balapan liar, pada balapan ini tentu ada orang dibelakang layar seperti nama bengkel-bengkel motor dan para mekanik mesin, tak jarang mereka menyewa para joki (pembalap liar) agar jiga salah satu motor yang di setting oleh bengkel tersebut menang maka akan menambah pamor bengkel tersebut guna menarik para pelanggan, dalam balapan liar terselubung bisnis yang cukup menjanjikan  dan terjadi perputaran uang yang cukup besar karena dalam berlangsungnya balapan liar selalu ada uang sebagai taruhan, uang taruhannya pun sekitar 500 ribu-2 juta untuk sekali balapan, cukup besar yah? biasanya joki-joki (pembalap jalanan) disewa oleh para petaruh, anggota dari geng motor dan bengkel-bengkel yang ikut campur tangan dalam balapan liar, tentu perilaku ini sudah melanggar norma dan hukum, yang pertama merugikan pengguna jalan yang ingin melewati jalan tersebut karena jalan ditutup ketika balapan berlangsung, kedua dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain jika terjadi tabrakan atau kecelakaan, tidak jarang terjadi banyak korban saat balapan berlangsung, ketiga melakukan tindak perjudian yang dilanggar oleh hukum dan agama (khususnya agama islam).

Solusi tentang perilaku penyimpangan gaya hidup
1. Aparat polisi yang bertugas  harus sering melakukan patroli pada jam-jam malam, aparat juga Harus bisa mengungkap siapa dalang atau orang-orang yang terlibat dibalik balapan liar itu, jika sudah terungkap dijerat oleh hukum agar memberi efek jera kepada para pelaku balapan liar
2.Kembali pada perilaku masing-masing, janganlah kita sebagai generasi muda terjerumus pada hal-hal negatif
3.Peranan orang tua pun penting untuk mengarahkan/mengontrol anaknya agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif.